Bank Indonesia Lampung Gelar Webinar Pengembangan Wisata Berbasis CHSE

Bandar Lampung – Budihartono Setyawan Selaku Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Lampung membuka acara Webinar Pengembangan Destinasi Pariwisata berbasis Cleanliness (Kebersihan), Health (Kesehatan), Safety (Keamanan), dan Environment Sustainability (Kelestarian Lingkungan) (CHSE)” yang merupakan Rangkaian Kegiatan Karya Kreatif Lampung #UMKMLampungBegawi Bandar Lampung, Selasa (27/4).

“Diharapkan pemahaman sadar wisata berbasis CHSE dapat menjadi salah satu strategi mendatangkan wisatawan, baik lokal maupun mancanegara” ujar Budi pada sela-sela Webinar tersebut.

Perlu diketahui, dalam Webinar tersebut turut dihadiri Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Barat, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Cirebon, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Tasikmalaya, Bupati Pesawaran Dendi Ramadhona Direktorat Manajemen Industri Kemenparekraf Mukhlis, Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi Lampung Edarwan, Friandi Indrawan selaku Sekretaris BPD PHRI Provinsi Lampung.

Pada kesempatan itu Budiharto Setyawan mengatakan, Kegiatan ini merupakan suatu upaya Bank Indonesia dalam rangka mendukung Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (GBBI) dan Gerakan Bangga Berwisata #dilndonesiaAja (GBWI), serta bentuk dukungan KPw BI Provinsi Lampung atas kegiatan Karya Kreatif Jawa Barat 2021.

Kita semua menyadari bahwa sejak diberlakukannya kebijakan social distancing sebagai upaya pencegahan penyebaran Covid-19 di Indonesia, segala aktivitas menjadi lumpuh termasuk aktivitas perekonomian.

Salah satu sektor perekonomian yang terkena imbas dari Covid-19 ini adalah sektor pariwisata.

Destinasi pariwisata yang seharusnya meningkatkan kehidupan perekonomian masyarakat di daerah menjadi lumpuh karena adanya Covid-19.

Pendapatan dari berbagai sisi diantaranya retribusi masuk obyek wisata, pajak hotel, restoran dan industri makanan minuman, serta perizinan usaha pariwisata lumpuh akibat tidak adanya pengunjung atau wisatawan baik mancanegara maupun domestik.

Beberapa hotel dan restoran yang menjadi bagian dari sektor pariwisata benar-benar merasakan dampak dari Covid-19 ini.

Bahkan tidak sedikit restoran dan hotel yang terpaksa harus mem-PHK para pekerjanya karena harus menghitung resiko yang ditanggungnya.

Hal ini juga pastinya berdampak bagi pariwisata di Provinsi Lampung khususnya terhadap Penerimaan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan Perekonomian UMKM Sektor Pariwisata.

Diperlukan adanya suatu strategi pemulihan dan penguatan ketahanan perekonomian bagi pariwisata dan UMKM sektor pariwisata Provinsi Lampung.

Di tengah pandemi COVID-19, pada Triwulan IV 2020 Sektor Pariwisata mengalami kontraksi yang tercermin pada pertumbuhan negatif Lapangan Usaha Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum -13,10 persen (yoy) lebih rendah dibandingkan dengan triwulan sebelumnya -8,29 persen (yoy).

Meskipun secara pangsa, Lapangan Usaha Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum hanya 1,63 persen dari PDRB Provinsi Lampung, namun pada masa sekarang sektor pariwisata di Indonesia ditempatkan sebagai salah satu sektor ekonomi yang terpenting yang diharapkan menjadi penghasil devisa yang utama bagi negara.

Selain itu, Sektor Pariwisata juga sangat berkaitan dengan Lapangan Usaha lain seperti industri pengolahan, perdagangan, dan komunikasi sehingga pemulihan Sektor Pariwisata diharapkan dapat memberi multiplier effect terhadap pertumbuhan perekonomian Provinsi Lampung.

Provinsi Lampung memiliki potensi yang besar dengan keunggulan daya tarik keindahan alam, kuliner, kerajinan dan kesenian yang dapat menjadi daya tarik bagi wisatawan baik mancanegara maupun domestik.

Posisi strategis provinsi Lampung yang berada di ujung pulau Sumatera dan sangat dekat dengan ibukota Jakarta, saat ini sangat diuntungkan dengan telah beroperasinya jalan Tol Sumatera dan dermaga eksekutif di pelabuhan Bakauheni Merak.

Selain berkurangnya waktu tempuh, tentunya kenyamanan dan keamanan wisatawan yang akan mengunjungi Provinsi Lampung melalui jalur darat, juga semakin meningkat.

Sementara itu, konektifitas melalui jalur udara juga semakin terbuka dengan telah ditingkatkannya status Bandara Radin Inten II menjadi Bandara Internasional.

Di antara 15 Kabupaten/kota di Provinsi Lampung, Kabupaten Pesawaran menjadi salah satu Kabupaten yang menawarkan tempat wisata lengkap, mulai dari keindahan bawah lautnya hingga sejuknya alam pegunungan yang dimiliki.

Kabupaten Pesawaran memiliki banyak pantai dan pulau. Tiga pulau yang terbesar adalah Pulau Legundi, Pulau Pahawang, dan Pulau Kelagian.

Kabupaten Pesawaran juga mempunyai beberapa gunung yaitu Gunung Ratai di Kecamatan Padang Cermin dan yang tertinggi adalah Gunung Pesawaran di Kecamatan Kedondong.

Di tengah pandemi, kunci utama pemulihan pariwisata adalah penanganan COVID-19 sebagai necessary condition, antara lain dengan memberikan alokasi vaksinasi COVID-19 terhadap pelaku usaha pariwisata (prioritas), serta memperketat protokol kesehatan dan sosialisasi terhadap masyarakat untuk meningkatkan kesadaran protokol kesehatan.

Percepatan sertifikasi dan penerapan CHSE – Cleanliness (Kebersihan), Health (Kesehatan), Safety (Keamanan), dan Environment Sustainability Kelestarian Lingkungan) merupakan isu penting yang perlu menjadi perhatian, termasuk memadukan Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (G-BBI) dan Gerakan Bangga Berwisata #dilndonesiaAja (G-BWI) sebagaimana yang dicanangkan oleh Presiden Republik Indonesia.

Sehubungan dengan itu, sebagai salah satu upaya Bank Indonesia dalam mendukung program G-BBI dan dan G-BWI, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Lampung menyelenggarakan kegiatan Karya Kreatif Lampung 2021 dengan tema #UMKMLampungBegawi.

Adapun rangkaian kegiatan pada acara dimaksud salah satunya adalah penyelenggaraan webinar dengan tema “Pengembangan Destinasi Pariwisata berbasis CHSE”.

Webinar hari ini diikuti oleh masyarakat umum khususnya millenials, pelaku usaha pariwisata dan pendukung pariwisata, akademisi, instansi/otoritas terkait di Lampung, Jawa Barat, Tasikmalaya, Cirebon, dan juga daerah-daerah lain di Indonesia.

Diharapkan pasca webinar nanti, pemahaman sadar wisata berbasis CHSE yang diharapkan dapat menjadi salah satu strategi mendatangkan wisatawan, baik lokal maupun mancanegara.

“Kami berharap Pariwisata Provinsi Lampung dan Pariwisata Kabupaten Pesawaran dapat bangkit dan berkembang dimasa pasca COVID-19 atau fase pemulihan, serta berkontribusi kembali pada pertumbuhan perekonomian daerah dan nasional,” tutupnya.(red)